Subscribe

Jumat, 08 April 2011

REVIEW JURNAL

Struktur Meta Teori Akuntansi Keuangan

(Sebuah Telaah dan Perbandingan antara FASB dan IASC)

I Made Narsa

JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN

VOL. 9, NO. 2

NOVEMBER 2007 : 43-51


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk membahas struktur meta teori yang dipergunakan oleh FASB dan IASC dalam mengembangkan rerangka konseptual, menelaah perbedaan-perbedaan mendasar, menganalisis hambatan-hambatan yang dialami serta mengidentifikasi upaya-upaya yang harus dilakukan agar IFRS diterapkan oleh negara-negara anggota. Penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan rerangka dasar yang diatur dalam FASB dan IASC dan kemudian menganalisa hambatan yang timbul dengan adanya penerapan IFRS dan mengidentifikasikan bagaimana hambatan tersebut dapat diselesaikan.


LATAR BELAKANG

Perkembangan teknologi mengubah tatanan kehidupan manusia di berbagai bidang kehidupan, tak terkecuali akuntansi. Masalah dirasakan mulai muncul ketika dunia akuntansi mencoba menguraikan standar teori dan praktik akuntansi yang dapat digunakan secara internasional. Sangat diharapkan ada sebuah standar akuntansi yang dapat diterima oleh semua negara di dunia sehingga laporan keuangan yang dihasilkan memiliki daya keterbandingan yang lebih tinggi antar negara. Harmonisasi standar akuntansi keuangan ini terwujud dalam International Financial Reporting Standard (IFRS). Peranan penting dimiliki Financial Accounting Standard Board (FASB) dan International Accounting Standards Committee (IASC) sebagai badan penyusun standar akuntansi yang berlaku di Amerika Serikat, dimana banyak dijadikan tolok ukur dalam penyusunan standar akuntansi di banyak negara, baik secara langsung maupun modifikasi, untuk menjadikan IFRS menjadi acuan bagi dunia kuntansi internasional. Namun dalam prakteknya, upaya-upaya kearah harmonisasi internasional ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk itu, artikel ini bertujuan untuk membahas struktur meta teori yang digunakan oleh FASB dan IASC dalam mengembangkan rerangka konseptual, menelaah perbedaan-perbedaan mendasar, menganalisis hambatan-hambatan yang dialami serta mengidentifikasikan upaya-upaya yang harus dilakukan agar IFRS diterapkan oleh negara-negara anggota.


ANALISIS

Kedua struktur meta teori versi FASB dan IASC memiliki unsur-unsur yang mirip. Tetapi ada beberapa perbedaan prinsip dalam kedua model tersebut. Perbedaan terletak pada tujuan pelaporan keuangan, fokus utama tujuan pelaporan keuangan, dan asumsi yang mendasari penyusunan laporan keuangan (underlying assumption). Pembuatan standar akuntansi di IASC tidaklah melibatkan seluruh anggota yang jumlahnya sangat banyak, melainkan oleh beberapa negara yang yang disebut dengan nama G4+1 yang terdiri dari perwakilan badan-badan standar nasional dari negara Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris dan Amerika Serikat. Meskipun sebagian besar anggota IASC telah menyetujui IFRS, tetapi tidak semua negara anggota IASC menerapkan dinegaranya masing-masing. Oleh karena anggota G4+1 ini adalah negara-negara maju yang memiliki pasar keuangan yang canggih, maka kompromi-kompromi sangat sedikit terjadi. Hambatan muncul dimana negara-negara maju akan mendominasi pengembangan pasar keuangan.

Radebaugh (1975:41) mengemukakan bahwa banyak sekali faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pengembangan tujuan, standar, dan praktik akuntansi yang mencakup delapan faktor, yang secara umum kedelapan faktor tersebut ada di setiap negara, tentu dengan tingkatan dan karakteristik yang sangat berbeda. Hambatan lain yang muncul adalah adanya perbedaan kebutuhan dan keinginan antara negara maju dengan yang belum maju.



KESIMPULAN

FASB dan IASC dalam menyusun standar sama-sama berbasis pada meta teori akuntansi keuangan, yang menempatkan tujuan pelaporan pada tingkat paling tinggi. Selain itu juga terdapat beberapa perbedaan antara rerangka konseptual tersebut kedua badan tersebut. Dalam praktek penerapan IFRS ternyata mengalami hambatan yang sangat serius, karena banyak sekali terdapat perbedaan antar negara-negara anggota, baik dalam konteks sosial budaya, hukum, ekonomi, politik, pendidikan, sistem pemerintahan, system pajak, dan lain sebagainya.

IASC harus mengupayakan pengakuan dari International Organization of Securities Commissions, supaya perusahaan-perusahaan yang melakukan cross-border listing menggunakan IFRS. Hal ini dapat mendorong perusahaan-perusahaan multinasional untuk melakukan listing di mancanegara. Hal lain yang dapat dilakukan IASC adalah melakukan restrukturisasi badan penyusun standar untuk mendorong kemandirian baik dari segi dana maupun operasional.


sumber :
http://puslit.petra.ac.id/journals/accounting

Jumat, 01 April 2011

The Power Of Football

"Sebelum pertandingan, seluruh keluarga besar sepak bola di Eropa harus berdiri dan bersatu di dalam stadion pekan ini. Kita harus menunjukkan simpati mendalam dan dukungan penuh kepada masyarakat Jepang."

Inilah perintah Presiden UEFA Michel Platini yang diwujudkan dalam bentuk a minute's of silencesebelum laga Liga Champion dan Liga Europa tengah pekan ini.

Platini mengajak anggotanya terus mendukung masyarakat Jepang agar tetap kuat menghadapi tragedi yang mengerikan itu.

"With you Japan". Melalui layar kaca, sungguh saya merasakan kekuatan sepak bola yang menembus segala batas. Pertandingan UEFA Champions League yang dimainkan Selasa dan Rabu, serta UEFA Europa League pada Kamis yang di gelar di Benua Eropa ditujukan untuk mendukung korban tsunami dan gempa bumi di negara Kaisar Akihito.

Di Stadion Anfield, ketika Liverpool menjamu Braga dalam duel Liga Europa (17/3), kita bisa melihat berbagai spanduk dan syal bertuliskan tanda simpati kepada Jepang.

Makna kalimat sakti "You'll Never Walk Alone" pun bak janji kepada masyarakat Jepang bahwa mereka tidak sendirian menanggung derita.

Melalui sepak bola, kita diajak untuk merasakan duka mendalam korban bencana di Negeri Matahari. Seperti halnya sumbangan aktris Hollywood Sandra Bullock sebesar 1 juta dolar Amerika, dunia diminta bersatu meringankan beban masyarakat di sana.

Gempa bumi berkekuatan 9 skala richter yang menimbulkan gelombang tsunami mencapai 10 meter bukan perihal biasa. Duka Kota Sendai jelas mengingatkan kita akan bencana serupa yang melanda Aceh dan Nias pada Desember 2004 dengan kekuatan 9,3 skala richter.

Kepedulian sepak bola terhadap bencana kemanusiaan menunjukkan kekuatan lain olah raga ini. Sadar turnamen miliknya ditonton banyak manusia di muka bumi, UEFA memainkan peran sosial dengan mendorong kepedulian terhadap korban bencana tsunami di Jepang.

Sepak bola telah berulang kali membuktikan mampu menggerakkan orang banyak, menyatukan mereka, baik itu pria dan wanita, anak-anak dan orang tua. Football sudah menunjukkan kekuatanteam work, dan kebersamaan itu dapat menghadirkan persatuan serta perdamaian.

Masih ingat kerusuhan di negara ini, khususnya di Ibu Kota, pada Mei 13 tahun lalu? Diawali krisis finansial dan tragedi Trisakti, Jakarta seperti kota mati dan penuh dengan kekerasan. Duka menyelimuti bangsa kita, isak tangis dan teriak minta tolong bak nyanyian Ibu Pertiwi.

Tapi lihatlah apa yang sepak bola berikan untuk mengobati luka kita. Sejak 10 Juni hingga 12 Juli 1998, FIFA menyediakan penawar sakit bernama Piala Dunia yang digelar di Prancis. Memang tidak menghilangkan sakit atau mengembalikan nyawa yang hilang, tapi sepak bola sungguh meredam gejolak yang bisa menambah parah Indonesia.

Sontak, perhatian yang terpusat ke Prancis menjadi alat perekat bangsa yang sungguh rentan terpecah-belah.

Sejumlah tokoh di Republik Demokratik Kongo juga sadar apa yang sepak bola bisa berikan untuk menyatukan bangsa mereka. Perang saudara berlangsung berkepanjangan sejak 1998 telah menghancurkan infrastruktur dan perekonomian negara tersebut.

Sebuah badan bernama Football Inter Communautaire (FIC) mengerti betul kekuatan yang dimiliki sepak bola. Salah satu program mereka bernama "How to use the power of football to educate youth and communities."

Ratusan orang yang berbeda sikap dan paham di Kongo terbukti bisa menikmati pertandingan sepak bola secara bersama-sama dalam sebuah stadion. FIC menyatukan komunitas berbeda dengan memakai kekuatan sepak bola.

Oh ya, seperti apa jawaban Anda bila ditanyakan, "Apakah satu dari sedikit kesamaan antara anak-anak Arab dan yahudi?"

Pernah mendengar nama Forsan Hussein? Anak lelaki ini lahir dan dibesarkan di lingkungan Arab yang tertutup di Israel (sebanyak 20% populasi Arab ada di Israel). Ia hanya mengerti bahasa Arab dan berteman hanya dengan anak-anak di lingkungannya yang tertutup itu.

Suatu ketika, saat Forsan berusia 10 tahun, ia keluar dari kelompoknya dan bertemu anak-anak Yahudi yang bercakap-cakap dengan bahasa yang tak ia mengerti.

Tapi anak-anak itu dengan cepat menyatu dalam "perbincangan" memakai bahasa sepak bola. Ya, bermain dengan si kulit bundar menghancurkan perbedaan itu.

"Ketika anak-anak bermain dalam sebuah tim, mengoper bola di antara mereka, saling memberi dukungan demi tujuan mencetak gol, mereka mematahkan rintangan dan membangun persahabatan kekal," ujar Forsan Hussein yang ketika dewasa bekerja di Soccer for Peace, sebuah yayasan di New York yang rutin mengorganisasikan pemusatan latihan sepak bola bagi anak-anak Arab dan Yahudi.

Bisakah Anda membayangkan setiap Sabtu keluarga Arab dan Yahudi duduk memberi dukungan kepada tim yang sama?

Itulah kekuatan sepak bola. Masih ingat cerita bagaimana Mahatma Gandhi dan Nelson Mandela memakai football sebagai alat perdamaian dan pemersatu bangsa?

Lalu, kenapa energi dan perhatian kita belakangan ini terkuras oleh pertikaian di dunia sepak bola Tanah Air? Kenapa the power of football di Indonesia pemakaiannya berbeda? #


sumber : Weshley Hutagalung, BOLA

Dari Jual Listrik, PLN Raup Rp 102,9T

Penulis: Evy Rachmawati | Editor: Erlangga Djumena

Jumat, 1 April 2011 | 14:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com —PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) membukukan pendapatan dari penjualan listrik mencapai Rp 102,9 triliun pada tahun 2010. Hal ini berarti ada kenaikan 14,2 persen dibandingkan angka pendapatan dari penjualan listrik tahun sebelumnya sebesar Rp 90,2 triliun.

Demikian disampaikan Direktur Keuangan PT PLN Setyo Anggoro Dewo dalam jumpa pers, Jumat (1/4/2011) di Kantor Pusat PT PLN, Jakarta. Menurut Dewo, kinerja operasi PLN tahun 2010 menunjukkan angka perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam neraca konsolidasi dan laporan laba rugi konsolidasi tahun 2010 terlihat pendapatan dari penjualan tenaga listrik meningkat 14,2 persen. Peningkatan ini di antaranya karena ada kenaikan jumlah pelanggan tahun 2010 sebesar 2,3 juta pelanggan dan kenaikan volume penjualan dari 134,58 giga watt hour (GWh) menjadi 147,297 GWh.

Penambahan jumlah pelanggan dan volume penjualan itu tidak lepas dari komitmen PLN selama tahun 2010 untuk menuntaskan daftar tunggu serta melayani semua permintaan sambungan listrik berapa pun daya yang diminta.

Namun, peningkatan jumlah pelanggan itu juga menyebabkan penambahan produksi energi listrik dan memicu peningkatan konsumsi bahan bakar.

Tahun 2010 PLN mencanangkan gerakan bebas pemadaman bergilir di berbagai daerah. Hal ini juga menaikkan konsumsi bahan bakar sehingga terlihat biaya bahan bakar meningkat dari Rp 76,2 triliun di tahun 2009 menjadi Rp 84,2 triliun.

Beban usaha atau biaya operasi naik 10,2 persen dibanding tahun sebelumnya dari Rp 135 triliun menjadi Rp 149 triliun. Sementara itu, bauran energi pada tahun 2010 adalah bahan bakar minyak yang turun 23 persen pada tahun sebelumnya menjadi 20 persen.

Sementara bahan bakar gas naik dari 22 persen pada tahun 2009 menjadi 24 persen. ”Curah hujan yang lebih banyak sepanjang tahun 2010 juga menyebabkan kontribusi pembangkit air di dalam bauran energi naik dari 7 persen pada 2009 menjadi 10 persen pada 2010,” kata Direktur Energi Primer PT PLN Nur Pamudji.

Perbaikan bauran energi dari ketiga jenis bahan bakar itu secara optimal bisa mengisi kekurangan dari rencana produksi pembangkit batu bara akibat mundurnya jadwal operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Indramayu, PLTU Rembang, dan PLTU Suralaya ke April 2011.

Kamis, 03 Maret 2011

KONVERGENSI PSAK 2 TENTANG LAPORAN ARUS KAS KE IFRS

I. PENDAHULUAN

Ketika perkembangan teknologi mengubah dunia internasional ini menjadi sebuah global village, negara-negara seolah tanpa batas (borderless). Era ini populer dengan nama globalisasi. Di sinilah masalah mulai dirasakan oleh banyak negara. Dalam konteks akuntansi maka munculah akuntansi internasional yang mencoba menguraikan teori dan praktik-praktik akuntansi yang berlaku secara internasional. Harmonisasi standar akuntansi keuangan dalam wujud International Financial Reporting Standard (IFRS) berlaku secara internasional, dan dalam proses penyusunannya faktor politik dan kondisi ekonomi menjadi tidak relevan. Dalam hal ini, sangat diharapkan ada sebuah standar yang dapat diterima oleh semua negara di dunia. Dengan adanya standar yang diterima secara internasional, diharapkan laporan keuangan memiliki daya keterbandingan yang lebih tinggi antar negara. Tentu saja upaya-upaya kearah harmonisasi internasional ini bukanlah pekerjaan mudah.

Keadaan ini juga berpengaruh terhadap Akuntansi di Indonesia. Melihat keadaan dan kebutuhan negara Indonesia dan dengan tujuan untuk mendorong semakin terciptanya transparansi yang bisa dimengerti dan memiliki standar yang sama dengan negara-negara lain, maka IAI melakukan harmonisasi dengan standar keuangan internasional, dimana nantinya semua negara akan berpedoman pada standar ini untuk semakin mendorong transparansi laporan keuangan dan bisa dimengerti oleh semua pihak, dalam hal ini khususnya mengenai informasi keuangan dari suatu unit usaha, maka oleh Komite Ikatan Akuntansi Indonesia dengan penelitian yang bertahun-tahun yang telah dilakukan mengambil langkah yang matang untuk memasukkan laporan arus kas sebagai laporan utama pengganti laporan sumber dan penggunaan dana. Karena laporan ini dianggap lebih memberikan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh pemakai laporan. Sampai saat ini IAI telah banyak melakukan harmonisasi dengan standar internasional, harmonisasi ini dimulai sejak tahun 1994 dan proses revisi terhadap standar keuangan telah dilakukan sebanyak enam kali, yaitu tahun1 Oktober 1995, 1 Juni 1996, 1 Juni 1999, 1 April 2002, 1 Oktober 2004 dan 1 September 2007. Proses revisi terhadap standar keuangan ini juga terjadi pada PSAK No. 2 tentang Laporan Arus Kas

II. PEMBAHASAN

Laporan Arus Kas

Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya . Tujuan Pernyataan ini adalah memberi informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi maupun pendanaan (financing) selama suatu periode akuntansi.

PSAK 2 tentang Laporan Arus Kas

PSAK 2 mengatur tentang perlakuan laporan arus kas dimana pernyataan tersebut mencakup pengaturan mengenai komponen, pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan laporan arus kas dalam laporan keuangan.

Dampak Konvergensi IFRS

Konvergensi IFRS adalah salah satu kesepakatan pemerintah Indonesia sebagai anggota G20 forum, Hasil dari pertemuan pemimpin negara G20 forum di Washington DC, 15 November 2008 secara prinsip-prinsip G20 yang dicanangkan sebagai berikut:

1. Strengthening Transparency and Accountability

2. Enhancing Sound Regulation

3. Promoting integrity in Financial Markets

4. Reinforcing International Cooperation

5. Reforming International Financial Institutions.

Dengan adanya konvergensi ke IFRS, maka aturan-aturan yang sudah ada dalam PSAK dan sudah diatur didalam IFRS maka akan dicabut. Kendala-kendala yang dihadapi dalam harmonisasi PSAK ke dalam IFRS

1. Dewan Standar Akuntansi yang kekurangan sumber daya

2. IFRS berganti terlalu cepat sehingga ketika proses adopsi suatu standar IFRS masih dilakukan, pihak IASB sudah dalam proses mengganti IFRS tersebut.

3. Kendala bahasa, karena setiap standar IFRS harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan acapkali ini tidaklah mudah.

4. Infrastuktur profesi akuntan yang belum siap. Untuk mengadopsi IFRS banyak metode akuntansi yang baru yang harus dipelajari lagi oleh para akuntan.

5. Kesiapan perguruan tinggi dan akuntan pendidik untuk berganti kiblat ke IFRS.

6. Support pemerintah terhadap issue konvergensi.

Manfaat Konvergensi IFRS secara umum adalah:

a. Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunaan Standar Akuntansi Keuangan yang dikenal secara internasional (enhance comparability).

b. Meningkatkan arus investasi global melalui transparansi.

c. Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal secara global.

d. Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan.

e. Meningkatkan kualitas laporan keuangan, dengan antara lain, mengurangi kesempatan untuk melakukan earning management

Pada 1 Januari 2010, terdapat Penghapusan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PPSAK) dalam PSAK 2 yang meliputi pencabutan terhadap PSAK 41 mengenai Akuntansi Waran dan terhadap PSAK 43 mengenai Akuntansi Anjak Piutang. Kemudian pada 1 Januari 2011, secara efektif mulai diberlakukan PSAK 2 terbaru mengenai Laporan Arus Kas yang mengacu pada IAS 7 mengenai Statement of Cash Flow, kecuali untuk paragraf 53, 54 dan 55 IAS 7 mengenai tanggal efektif awal dan tanggal efektif dari amandemen atas IAS 7.


Referensi :

http://www.sai.ugm.ac.id/site/images/pdf/ifrs.pdf

http://akuntansibisnis.wordpress.com/2011/01/06/perkembangan-konvergensi-psak-ke-ifrs/

Senin, 17 Januari 2011

Duit Gratis, Makanan Tak Habis-habis

Penulis : Josephus Primus | Editor : Josephus Primus

Senin, 17 Januari 2011 | 17:35 WIB

KUWAIT CITY, KOMPAS.com — Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah, Senin (17/1/2011), memerintahkan pembagian empat miliar dollar AS dan makanan gratis selama 14 bulan untuk warga negaranya. Pasalnya, emirat kaya minyak itu bersiap untuk menandai upacara nasional.

Masing-masing dari 1,12 juta warga asli akan mendapatkan 1.000 dinar (3.572 dollar AS) dalam bentuk tunai serta bahan makanan pokok gratis sampai 31 Maret 2012, demikian kantor berita KUNA mengutip kantor menteri negara untuk urusan kabinet Rudhan al-Rudhan.

Negara teluk, yang memiliki aset keuangan lebih dari 300 miliar dollar AS itu, bulan depan akan menandai peringatan 50 tahun kemerdekaan, memperingati 20 tahun pembebasan dari pendudukan Irak, dan ulang tahun kelima naiknya para emir ke tampuk kekuasaan. Pengumuman ini dibuat setelah pertemuan kabinet semalam.

Sebanyak 2,4 juta penduduk asing Kuwait dikecualikan dari pemberian uang dan makanan gratis.

Inflasi di Kuwait melonjak menjadi 5,9 persen pada November, tertinggi dalam 20 bulan didukung tingginya harga pangan yang naik sebesar 12,3 persen.

Produsen minyak terbesar kelima OPEC tersebut telah mencatat surplus anggaran dalam masing-masing dari 11 tahun fiskal, dengan total lebih dari 140 miliar dollar AS dan juga menuju surplus sehat tahun ini berkat kenaikan harga minyak.

Pemerintah telah membuat hibah yang sama, tetapi lebih kecil pada masa lalu.

Negara Teluk Arab ini memberikan sistem kesejahteraan cradle-to-grave (buaian sampai liang kubur) kepada warga negaranya yang menerima sebagian besar layanan publik dan bensin pada harga disubsidi serta tidak membayar pajak penghasilan.

Sekitar 80 persen dari 360.000 angkatan kerja nasional Kuwait dipekerjakan dalam pekerjaan pemerintah. Upah bulanannya rata-rata lebih dari 3.500 dollar AS.

Airbus Masih Ungguli Boeing

Penulis : Josephus Primus | Editor : Josephus Primus

Senin, 17 Januari 2011 | 17:03 WIB

KOMPAS.com — Persaingan industri pembuat pesawat terbang komersial masih terus menampilkan dua pemain pokok, Airbus dan Boeing. Menurut warta AFP pada Senin (17/1/2011), Airbus yang digawangi mayoritas negara Uni Eropa unggul pengiriman 510 pesawat dan memenangi 574 pesanan ketimbang seterunya itu. Perhitungan ini adalah hasil akhir hingga 2010. "Tahun lalu adalah tahun yang baik," kata bos Airbus, Tom Enders.

Menurut catatan Airbus, pesanan pada 2010 sukses menyumbang 84 miliar dollar AS atau setara 63 miliar euro ke kantong perusahaan itu.

Sementara itu, Boeing pada periode sama berhasil mengirim 462 pesawat dan meraih pesanan 530 pesawat.

Six Immigration Officers Involved in Gayus Case Suspended

Editor : Jimmy Hitipeuw

Senin, 17 Januari 2011 | 14:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - The law and human rights ministry has suspended six officers at the immigration directorate general for alleged involvement in facilitating the overseas trips of tax fraud defendant Gayus Tambunan.

The number of suspended officers might increase depending on the results of investigations being carried out by the ministry’s inspectorate general, Law and Human Rights Minister Patrialis Akbar said before attending a limited cabinet meeting chaired by President Susilo Bambang Yudhoyono at the presidential office here Monday to discuss the Gayus Tambunan case. The minister refused to reveal the positions of the suspended officers.

"Up to now, six people have been suspended, while we are giving a chance for further investigations by the police," he said.

The ministry had not yet found evidence that the six officers had been bribed by Gayus Tambunan. Minister Patrialis Akbar said he would take the six officers to the police if the ministry found indications of crimes. He stated that he would not protect any one found guilty in his ministry.

"We will not cover up any immigration official indicated of being involved in criminal acts. We are open for total and comprehensive investigations," the minister said.

Gayus Tambunan, a tax officer, is believed to be involved in a tax fraud mafia syndicate. He has continued making headlines it was discovered he had repeatedly made overseas trips while he was officially supposed to be in a detention cell.

He is also believed to have forged his picture for making a forged passport to go abroad. Gayus was believed to be in Macao on September 22 to 24, 2010 and later on September 30, 2010 and October2, 2010 to Kuala Lumpur and Singapore.

Gayus had used a forged passport under the name of Sony Laksono carrying his picture wearing a wig for going to Singapore, Macao, Kuala Lumpur and Hong Kong. Meanwhile, Financial Transaction Reports and Analysis Center (PPATK) chairman Yunus Husein said his office has not yet found Gayus Tambunan’s assets overseas.

Jumat, 07 Januari 2011

Tarif KA Belum Layak Naik!

Laporan wartawan Tribunnews.com Hendra Gunawan

Jumat, 7 Januari 2011 | 20:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kenaikan tarif kereta api (KA) kelas ekonomi yang efektif mulai Sabtu (8/1/2011) langsung mendapat kritik. Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menganggap kenaikan tarif KA belum layak.

Ketua Umum MTI Danang Parikesit mengatakan, alasan yang digunakan sebagai landasan untuk menaikkan tarif tersebut belum tepat. Selama ini belum ada kesepakatan antara Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN mengenai penggunaanpublic services obligation (PSO).

PSO menjadi alasan utama KA menaikkan tarif, padahal para menteri itu harus ada persamaan persepsi dulu soal PSO. Pemerintah harus memberikan PSO berapa pun kebutuhannya karena ini adalah kewajiban pemerintah.

"Nah, kalau mereka belum sepakat, kok malah tarifnya naik. Masyarakat yang menjadi korbannya," kata Danang saat dihubungi di Jakarta, Jumat (7/1/2011).

Pemerintah seharusnya menyepakati besar PSO dahulu sehingga dana untuk layanan masyarakat itu bisa diberikan tanpa memberatkan rakyat.

tribunnews.com

Sumber :

Kenaikan HPP Gabah dan Beras Memicu Inflasi

Laporan wartawan KOMPAS Hermas Effendi Prabowo

Jumat, 7 Januari 2011 | 21:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kebijakan pemerintah yang menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP), baik untuk gabah maupun beras, secara tidak langsung terbukti dapat memicu inflasi. Kenaikan harga beras melalui HPP tidak menjadi soal sepanjang dinikmati petani dan terjangkau masyarakat.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan, Jumat (7/1/2011), di sela-sela rapat koordinasi perekonomian membahas isu pangan di Kementerian Pertanian.

Rapat dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan diikuti Menteri Pertanian Suswono, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Kepala BPS, Menteri Keuangan, dan Direktur Utama Perum Bulog. Saat ini pemerintah tengah merevisi Inpres No 7/2009 tentang Kebijakan Perberasan Nasional, yang di dalamnya memuat kebijakan HPP.


Hingga Jumat sore, pemerintah belum memutuskan apakah HPP gabah atau beras bakal naik atau tidak. Rusman menjelaskan, setiap kebijakan baru pemerintah yang diterbitkan dalam bentuk penetapan kenaikan HPP untuk gabah atau beras, secara tidak langsung, dapat mendorong kenaikan harga beras di pasar.

Dengan HPP naik, petani secara psikologis berharap menjual gabah atau beras dengan harga lebih tinggi. Pedagang membayar lebih mahal sehingga harga jual naik. Kenaikan harga memicu inflasi.


Meski begitu, Rusman mengatakan, naiknya harga beras melalui kenaikan HPP tidak menjadi soal sepanjang petani yang menikmati sebagian besar keuntungan dan sepanjang masyarakat bisa menjangkau kenaikan harga itu.

Berdasar pengamatan di lapangan, harga beras di pasar tahun 2010 mencapai Rp 6.500 per kilogram, bahkan sempat menyentuh Rp 7.000 per kilogram. Harga beras di pasar jauh melebihi HPP Rp 5.060 per kilogram. Naiknya harga beras akibat gangguan produksi dan spekulasi pasar mengingat stok beras Bulog tahun 2010 tipis. Padahal, stok merupakan modal utama stabilisasi harga.

BI: Inflasi Tak Akan Lebih dari 6 Persen

Jumat, 7 Januari 2011 | 21:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia menilai inflasi inti tahun 2011 ini tidak akan lebih dari 5 persen plus minus 1. "Yang akan berpengaruh dengan inflasi inti adalah kenaikan ekspetasi inflasi. Itulah yang seharusnya dicermati," kata Perry Warjiyo, Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter di Gedung Bank Indonesia, Jumat (7/1/2011).

Menurut Perry, pada tahun 2009-2010 inflasi bisa terkendali antara lain karena apresiasi rupiah walaupun saat ini telah terjadi kenaikan harga komoditas internasional dan domestik, tetapi belum bisa memengaruhi inflasi inti. Sekadar catatan, inflasi inti adalah hitungan inflasi yang mengeluarkan faktor harga energi dan makanan yang cenderung bergerak volatile.

Selain itu, dengan adanya kecenderungan capital inflow dan surplus neraca pembayaran, memang ada kecenderungan dari pasar bahwa rupiah menguat. Nah, Bank Sentral akan mencermati penguatan rupiah tersebut dengan dampaknya terhadap inflasi, ekspor-impor, dan pertumbuhan ekonomi.

"Kebijakan yang akan dilakukan dengan pengendalian stabilitas nilai tukar ialah melalui intervensi valas dan juga pengendalian capital inflow jangka pendek," kata Perry. Menurut Perry, Bank Sentral dan pemerintah akan terus melakukan koordinasi terutama untuk volatile foods agar tidak mengganggu ekspektasi inflasi yang dapat menyebabkan kenaikan inflasi inti. (Kontan/Nina Dwiantika)

COBIT

COBIT dikembangkan oleh IT Governance Institute, yang merupakan bagian dari Information Systems Audit and Control Association (ISACA). COBIT dapat digunakan sebagai IT Governance tools, dan juga membantu perusahaan mengoptimalkan investasi TI mereka. Hal penting lainnya, COBIT dapat juga dijadikan sebagai acuan atau referensi apabila terjadi suatu kesimpang-siuran dalam penerapan teknologi. Suatu perencanaan Audit Sistem Informasi berbasis teknologi (audit TI) oleh Internal Auditor, dapat dimulai dengan menentukan area-area yang relevan dan berisiko paling tinggi, melalui analisa atas ke-34 proses tersebut. Sementara untuk kebutuhan penugasan tertentu, misalnya audit atas proyek TI, dapat dimulai dengan memilih proses yang relevan dari proses-proses tersebut.

COBIT bermanfaat bagi auditor karena merupakan teknik yang dapat membantu dalam identifikasi IT controls issues. COBIT berguna bagi para IT user karena memperoleh keyakinan atas kehandalan system aplikasi yang dipergunakan. Sedangfkan para manager memperoleh manfaat dalam keputusan investasi di bidang IT serta Infrastruktur nya, menyusun strategic IT Plan, menentukan Information Architecture, dan keputusan atas procurement ( pengadaan/pembelian) mesin.

Lebih lanjut, auditor dapat menggunakan Audit Guidelines sebagai tambahan materi untuk merancang prosedur audit. Singkatnya, COBIT khususnya guidelines dapat dimodifikasi dengan mudah, sesuai dengan industri, kondisi TI di Perusahaan atau organisasi Anda, atau objek khusus di lingkungan TI. Selain dapat digunakan oleh Auditor, COBIT dapat juga digunakan oleh manajemen sebagai jembatan antara risiko-risiko TI dengan pengendalian yang dibutuhkan (IT risk management) dan juga referensi utama yang sangat membantu dalam penerapan IT Governance di perusahaan.

COBIT mendukung manajemen dalam mengoptimalkan investasi TI nya melalui ukuran-ukuran dan pengukuran yang akan memberikan sinyal bahaya bila suatu kesalahan atau resiko akan atau sedang terjadi. Manajemen perusahaan harus memastikan bahwa sistem kendali internal perusahaan bekerja dengan baik, artinya dapat mendukung proses bisnis perusahaan yang secara jelas menggambarkan bagaimana setiap aktivitas kontrol individual memenuhi tuntutan dan kebutuhan informasi serta efeknya terhadap sumber daya TI perusahaan. Sumber daya TI merupakan suatu elemen yang sangat disoroti COBIT, termasuk pemenuhan kebutuhan bisnis terhadap: efektivitas, efisiensi, kerahasian, keterpaduan, ketersediaan, kepatuhan pada kebijakan atau aturan dan keandalan informasi.

Sekilas tentang IT Governance

Menurut Tarigan (2006, p25) IT governance diartikan sebagai struktur dari hubungan dan proses yang mengarahkan dan mengatur organisasi dalam rangka mencapai tujuannya dengan memberikan nilai tambah dari pemanfaatan teknologi informasi sambil menyeimbangkan risiko dibandingkan dengan hasil yang diberikan oleh teknologi informasi dan prosesnya.

IT governance merupakan satu kesatuan dengan sukses dari enterprise governance melalui peningkatan dalam efektivitas dan efisiensi dalam proses perusahaan yang berhubungan. IT governance menyediakan struktur yang menghubungkan proses TI, sumber daya TI dan informasi bagi strategi dan tujuan perusahaan. Lebih jauh lagi IT governance menggabungkan good (best) practice dari perencanaan dan pengorganisasian TI, pembangunan dan pengimplemantasian, delivery dan support, serta memonitor kinerja TI untuk memastikan kalau informasi perusahaan dan teknologi yang berhubungan mendukung tujuan bisnis perusahaan. IT governance memungkinkan perusahaan untuk memperoleh keuntungan penuh dari informasinya, dengan memaksimalkan keuntungan dari peluang dan keuntungan kompetitif yang dimiliki.

Dalam kerangka corporate governance, IT governance menjadi semakin utama dan merupakan bagian tidak terpisahkan terhadap kesuksesan penerapan corporate governance secara menyeluruh. IT governance memastikan adanya pengukuran yang efisien dan efektif terhadap peningkatan proses bisnis perusahaan melalui struktur yang menautkan proses-proses TI, sumberdaya TI dan informasi ke arah dan tujuan strtegis perusahaan. Lebih jauh lagi, IT governance memadukan dan melembagakan best practices dari porses perencanaan, pengelolaan, penerapan, pelaksanaan dan pendukung, serta pengawasan kinerja TI, untuk memastikan informasi perusahaan dan teknologi yang terkait lainnya benar-benar menjadi pendukung bagi pencapaian sasaran perusahaan.. dengan keterpaduan tersebut, diharapkan perusahaan mampu mendayagunakan informasi yang dimilikinya sehingga dapat mengoptimumkan segala sumberdaya dan proses bisnis mereka untuk menjadi lebih kompetitif.

Dengan adanya IT governance, proses bisnis perusahaan akan menjadi jauh lebih transparan, tanggung jawab serta akuntabilitas tiap fungsi atau individu semakin jelas. IT governance bukan hanya penting bagi teknis TI saja, direksi dan bahkan komisaris, yang tanggung jawab terhadap investasi dan pengelolaan resiko perusahaan, adalah pihak utama yang harus memastikan bahwa perusahaannya memiliki TI governance. Dengan demikian keuntungan optimum investasi TI tercapai dan sekaligus memastikan semua potensi resiko investasi TI telah di antisipasi dan dapat terkendali dengan baik.

Fokus Area Dari IT Governance

1. Pelurusan strategis: berfokus pada memastikan pertalian IT dan perencanaan bisnis; Pada penjelasan, memelihara dan mensahkan proposisi nilai IT; dan pada membariskan operasi IT dengan operasi perusahaan.

2. Value Delivery : adalah tentang melaksanakan proposi nilai seluruh siklus pengiriman, memastikan bahwa IT menghasilkan manfaat yang dijanjikan terhadap strategi itu. Berkonsentrasi pada optimizing biaya dan membuktikan nilai yang intrinsik tentangnya

3. Manajemen sumber daya: Adalah tentang investasi yang optimal dalam manajemen yang sesuai, sumber daya IT kritis: aplikasi, informasi, orang dan infrastruktur. Hal-Hal penting berhubungan dengan optimisasi infrastruktur dan pengetahuan.

4. Manajemen resiko: Memerlukan kesadaran resiko oleh pegawai perseroan/perusahaan senior, suatu pemahaman yang jelas bersih (menyangkut) perusahaan, dan menempelkan manajemen resiko tanggung- jawab di dalam organisasi.

5. Pengukuran pekerjaan: Taksiran dan implementasi strategi monitor, penyelesaian proyek, sumber daya pemakaian, jasa; layanan dan capaian proses mengirimkan, menggunakan, sebagai contoh, kartu catatan seimbang yang menerjemahkan strategi ke dalam tindakan untuk mencapai gol yang bisa mengukur di luar akuntansi konvensional.

Bali Bukan Sekadar Kuta...

Oleh: Benny Dwi Koestanto

PANTAI Kuta boleh termasyhur sejak Mads Lange dari Denmark datang berdagang pada abad ke-19. Namun, sejak Julia Roberts datang, nama Pantai Padang-Padang-lah yang mulai mengemuka. Ada juga Dreamland, Pantai Geger, Pantai Canggu, Pantai Suluban, dan pantai-pantai lain dengan pesonanya yang masih belum banyak disentuh wisatawan.

Kuta selalu menciptakan kerinduan bagi siapa saja yang sudah ke sana. Namun, sebaiknya Anda tak takut mengeksplorasi tempat-tempat indah, yang menurut beberapa orang malah lebih indah dari Kuta. Niscaya Anda akan semakin jatuh cinta dengan Bali.

Pantai indah di Bali tak hanya Kuta. Pantai yang sedang naik daun gara-gara film Eat, Pray, Loveyang dibintangi Julia Roberts adalah Padang-Padang. Film melejitkan pantai ini seperti Pulau Phi-Phi, Provinsi Krabi, Thailand, yang beken berkat film The Beach yang dibintangi aktor Leonardo Di Caprio.


Padang-Padang

Pantai Padang-Padang berlokasi 30 kilometer arah selatan Kuta, sejajar dengan Pantai Jimbaran, tak jauh dari kawasan Pura Luhur Uluwatu di sisi barat laut Bali. Apabila Anda membutuhkan suasana tenang dan privat, ada baiknya mencoba ke sana.

Pantai Padang-Padang masih sangat alami. Sebuah kondisi kontras dengan Kuta yang hampir tiap tahun ditata sedemikian rupa setelah rutin terkena abrasi. Di Padang-Padang, karang menjulang dengan rimbun pohon di sekelilingnya memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Pada siang hari, karang itu menjadi pelindung sekaligus area yang nyaman dari sengatan matahari.


Suluban

Masih di Desa Pecatu, wisatawan bisa menikmati pantai setipe, yakni di Pantai Suluban. Suluban dalam bahasa Bali berarti ”berjalan atau lewat di bawah sesuatu”. Untuk sampai di pantai itu, pengunjung yang ingin ke sana harus melewati goa batu karang sebelum akhirnya sampai di pantai yang luas, berpasir putih dengan gemuruh gelombang yang disenangi wisatawan peselancar.

Pecatu tentu saja tak bisa dilepaskan dari keberadaan Pantai Dreamland. ”Pantai Impian” yang juga mendapat sebutan New Kuta itu kini lebih tertata setelah pembangunan Kelapa Resort yang menjadi satu kawasan yang dikembangkan Bali Pecatu Graha. Kompleks ini terdiri dari perumahan elite, lapangan golf, dan perhotelan. Kelapa Resort menjadi semacam pintu masuk ke wilayah pantai, dilengkapi lounge dan rumah makan kelas atas. Wisatawan tetap dapat menikmati pantai ini melalui akses jalan dan parkir di selatan kawasan resor itu.


Geger

Kawasan pantai lain di luar ketiga tipe pantai-pantai di atas adalah Pantai Geger. Geger yang ada di sisi timur dan selatan Bali menawarkan kesegaran pagi plus ketenangan suasana lautnya. Pantai Geger terletak di Sawangan, sekitar tiga kilometer dari selatan wilayah Nusa Dua. Di tengah suasana kesibukan petani rumput laut, wisatawan tidak perlu membayar satu sen pun karena pantai ini bebas bea masuk.

Cukup membayar parkir kendaraan, wisatawan bisa sepuasnya menikmati ketenangan pantai itu, lengkap dengan pasir putih tentu saja. Untuk menikmati minuman-makanan, di salah satu sudut terdapat beberapa warung yang menyediakan beraneka minuman ringan. Warung beratap ilalang ini menyatu dengan alam, seolah belum tersentuh pembangunan ala dunia pariwisata modern.


Masih banyak

Beberapa alternatif pilihan pantai di atas seyogianya dapat memupus kekhawatiran sejumlah pihak bahwa Bali akan ditinggalkan orang.

Beberapa alternatif pilihan di atas sengaja dipilih untuk liburan akhir tahun. Pertimbangannya, ada keterbatasan waktu berlibur para wisatawan di akhir tahun ini yang rata-rata maksimal sepekan.

Kalau didaftar, sebenarnya masih banyak pantai di kawasan lain di Bali yang memesona. Mulai dari pantai timur Denpasar, yakni Pantai Matahari Terbit hingga Mertasari. Pantai Matahari terbit, misalnya, paling baik didatangi mulai pukul 6 pagi hingga kira-kira 7.30. Sambil berburu foto-foto matahari terbit, kita bisa menikmati sarapan sambil menyeruput teh atau jeruk hangat. Ada juga pantai-pantai di timur Karangasem dan utara Singaraja, seperti Lovina yang terkenal dengan lumba-lumbanya. Di sekitar Petitenget juga ada Pantai Canggu dan Eco Beach.

”Soal keamanan jangan khawatir, tim SAR di tiap-tiap wilayah selalu siap sedia mengamankan wilayah masing-masing pantai, khususnya yang sudah dibuka menjadi tempat wisatawan umum,” kata Ketua Tim SAR Bali Ketut Parwa, Sabtu (25/12/2010). Kawasan pantai pada umumnya juga dijaga keamanannya oleh pecalang di desa adat setempat.

Kunci lain untuk lebih memasarkan pantai-pantai di Bali sejatinya adalah mengubah paradigma atas wisatawan domestik. Bukan rahasia lagi, jika sebagian pemangku kepentingan wisatawan di Bali lebih mengutamakan pasar mancanegara dibanding domestik.

Padahal, menurut salah satu pelaku wisata di Bali, Jro Gede Karang Suarsana, ”Ketika jumlah mereka (wisatawan domestik) besar dan ekonomi negara secara makro bagus, mereka bisa lebih boros dari wisman mana pun.”

Mantan Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali itu mengungkapkan, sejumlah pelancong domestik dari kalangan menengah ke atas terkenal sangat royal. Maka, pembedaan perlakuan antara wisman dan wisdom harus dihilangkan. Mereka bisa bersanding menikmati keindahan suasana pantai-pantai di Bali, tak hanya di kawasan Kuta semata.

Kompas Cetak

RETRET BIDANG EKONOMI

2013, Pertumbuhan Ekonomi Capai 7 Persen

Laporan wartawan KOMPAS.com Hindra Liu

Kamis, 30 Desember 2010 | 19:49 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 ditargetkan mencapai tujuh persen. Pada 2010, pertumbuhan ekonomi hanya mencapai enam persen. Sementara pada 2011, pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi hanya 6,4 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di sela-sela retret bidang perekonomian yang digelar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor, Kamis (30/12/2010), mengaku optimistis, bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar tujuh persen dapat diwujudkan mulai 2013.

"Hambatan regulasi kita selesaikan, mulai dari debottlenecking hingga UU Pengadaan Tanah. Di DPR regulasi perpajakan kita respon dan ini menimbulkan iklim baru di Indonesia," kata Hatta kepada para wartawan.

Hatta mengatakan, target-target pertumbuhan ekonomi yang diutarakan di atas sudah sesuai dengan road map hingga 2014. Pertumbuhan ekonomi pada 2025 diperkirakan berada di angka 7-8 persen.

Kembali mengulang apa yang disampaikan Presiden, Hatta mengatakan, Indonesia memiliki peluang mengalami pertumbuhan ekonomi. Beragam proyek infrastruktur dimulai, mulai dari perluasan infrastruktur di Tanjung Priok serta mass rapid transportation (MRT) yang segera dimulai pada 2011.

Bahkan, lanjut Hatta, peletakkan dasar (ground breaking) MRT akan dilakukan pada 2012 dan juga pembangunan jalan tol. Pemerintah pun akan mengembangkan monorel yang terintegrasi dan Jakarta Metropolitan 2011.

"Ini momentum dan peluang yang luar biasa yang harus kita manfaatkan," kata Hatta.

Rabu, 05 Januari 2011

Tugas Softskill 3

Berikan contoh benturan kepentingan antara pegawai dan perusahaan, minimal 4 dari kategori 8 situasi yang ada !!

1. Segala kepentingan pribadi yang berhubungan dengan kepentingan perusahaan.

Contoh : Penggunaan kendaraan operasional perusahaan oleh pegawai untuk urusan pribadi.

2. Segala penggunaan pribadi maupun berbagi atas informasi rahasia perusahaan demi suatu keuntungan pribadi, seperti anjuran untuk membeli atau menjual barang milik perusahaan atau produk, yang didasarkan atas informasi rahasia tersebut.

Contoh : Seorang karyawan dibayar pihak lain untuk mencari tahu kelemahan maupun keunggulan kompetitornya.

3. Segala penerimaan dari keuntungan, dari seseorang / organisasi / pihak ketiga yang berhubungan dengan perusahaan.

Contoh : Jumlah penerimaan dari penjualan yang dilaporkan oleh sales di lapangan lebih rendah dari yang semestinya.

4. Segala posisi dimana karyawan & pimpinan perusahaan mempunyai pengaruh atau kontrol terhadap evaluasi hasil pekerjaan atau kompensasi dari personal yang masih ada hubungan keluarga .

Contoh : seorang pimpinan perusahaan, memberikan sanksi ringan atau bahkan tidak memberikan sanksi kepada karyawan yang berbuat salah, hanya karena karyawan tersebut masih family.

5. Segala hubungan bisnis atas nama perusahaan dengan personal yang masih ada hubungan keluarga (family), atau dengan perusahaan yang dikontrol oleh personal tersebut.

Contoh: Pada perusahaan keluarga, posisi strategis dalam perusahaan tersebut dipegang oleh orang-orang yang masih memiliki hubungan keluarga tanpa diketahui kualitas dan kelayakan orang tersebut.

Selasa, 14 Desember 2010

Menunggu Akademi Seperti La Masia di Indonesia..

Akademi sepakbola Barcelona atau banyak orang menyebutnya La Masia telah berdiri sejak tanggal 20 Oktober 1979, berawal dari ide Johan Cruyff yang ingin membuat salinan Akademi Ajax di Barcelona demi menciptakan sebuah Tim yang dapat bermain bermain dengan gaya total football ala Johan Cruyff, sebuah filsafat permainan yang sering dikaitkan sebagai komponen kunci dalam keberhasilan Barcelona meraih juara dan kemudian menjadi daya tarik internasional sebagai gudangnya pesepakbola berbakat dari seluruh dunia. Akademi muda Barcelona ini menampung lebih dari 300 pemain muda, dan telah dipuji sejak tahun 2002 sebagai salah satu yang terbaik di dunia, menjadi faktor penting sukses Barcelona FC di Eropa serta timnas Spanyol di Piala Dunia yang lalu.

La Masia adalah bagian penting dari klub Barcelona guna mencari dan menjaring talenta-talenta berbakat, rumah bagi mereka yang ingin mendapatkan pendidikan dan pelatihan agar suatu saat dapat menjadi bagian dari Barcelona.

“Ini adalah investasi termurah jangka panjang karena sebuah klub harus melanjutkan dan mengembangkan klubnya.” Kata Carles Folguera, yang telah menjabat sebagai Direktur Akademi Barcelona sejak tahun 2002.

Di sana mereka belajar bagaimana membuat Barcelona jadi sumber kebanggaan bagi Catalans, La Masia hadir bagi mereka yang bangga dan cinta kepada klub seperti Barcelona dimana tim tersebut merupakan klub legenda dunia dan kebanggaan baik bagi bangsa Spanyol maupun Catalan.

Membantu anak-anak beradaptasi dan mengembangkan bakatnya merupakan tujuan utama didirikannya La Masia. Ketika Messi datang dalam usia 13 tahun pada tahun 2000, dia mengalami masalah dengan hormon tulang yang berarti bahwa ia memiliki ukuran tinggi badan yang tidak normal bila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Berdasarkan kondisi tersebut, maka Akademi mendatangkan Para ahli untuk segera menindak lanjuti dan sekaligus mengawasi perkembangan Messi selama di La Masia. Pada akhirnya anak muda ini terus berkembang menjadi pemain hebat dan akan terus membuat sejarah bersama Barcelona.

“Sebagai seorang anak, yang mereka ajarkan adalah bahwa Anda tidak hanya bermain untuk menang tetapi untuk bertumbuh dalam kemampuan sebagai pemain,” kata Messi, yang berbagi kamar dengan seorang pemain basket. Itu karena Barca lebih dari sekedar sebuah klub sepakbola dan La Masia merupakan rumah bagi pemain hoki, bola tangan dan tim basket juga.

“Apa yang membuat La Masia berbeda adalah bahwa di sini kursus dilakukan selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu,” kata Folguera yang pernah menjadi mantan kiper Barca, yang kini telah berumur 41 kepada Reuters.

La Masia telah berhasil menghasilkan para pemain sepabola genius. Sepakbola jenius dengan ijazah di tiki taka, sebuah kata benda Spanyol yang berarti gaya yang menarik dari sepak bola, dengan menggunakan satu atau melewati pendek dua-touch. Sebanyak 16 pemain binaan asli mereka mampu tampil sebanyak 60,2 persen dari total menit yang dilalui Barcelona pada musim ini.

Ya Akademi memang telah menjadi salah satu bagian penting bagi klub sepakbola di era modern ini. Di Eropa dan Amerika latin Akademi digunakan sebagai lahan bagi mereka membentuk generasi penerusnya untuk maju ke level yang lebih tinggi. di Indonesia hanya memiliki sedikit akademi di level klub elitnya. Dari puluhan tim baik di Liga Super maupun Divisi Utama hanya ada beberapa akademi yang didirikan oleh klub. Proses pembinaan terbesar sepertinya hanya diambil alih oleh PSSI baik melalui IFA atau SAD Indonesia, sedangkan banyak dari pemain mereka yang diambil dari klub seperti arema dll, jangan sampai ada kejadian kasus Indriyanto Setyo Nugroho jilid 2 nantinya, terutama apabila terkait masalah status pemain dan transfer pemain yang dibina oleh PSSI dengan meminjamnya dari klub-klub di Indonesia ??

APBD seharusnya tidak lagi digunakan untuk memodali klub profesional apalagi untuk tim senior plat merah tetapi gunakanlah untuk pembinaan para pemain muda kita, PPLP yang ada di Indonesia sudah bagus tapi PPLP hanya ada di beberapa titik saja di Indonesia, alangkah baiknya jika seluruh klub baik di Liga Super maupun Divisi Utama memiliki sistem pembianaan seperti yang dilakukan oleh PPLP, jika ini dilakukan pasti akan mendapatkan manfaat nyata bagi perkembangan sepakbola nasional kedepannya.

Sepakbola Nasional juga kekurangan kompetisi usia muda, PSSI hanya menyediakan kompetisi selevel turnamen atau mungkin hanya selevel festival. kompetisi masal sudah diambil alih oleh Liga Pelajar Indonesia (LPI) tapi hanya ada sedikit kompetisi level elit yang diikuti oleh klub-klub dibawah naungan PSSI memang ada Piala/liga Medco, Piala Suratin dan Kompetisi U-21 karena kebanyakan dari kompetisi tersebut sebenarnya hanya berlevel turnamen saja, PSSI harus segera mengundang seluruh elemen sepakbola nasional untuk dapat memetakan sistem kompetisi yang baik bagi generasi penerus Bambang pamungkas dkk ini. Hal ini harus terus dilakukan agar jangan sampai kita sudah cukup puas hanya dengan mengirim pemain-pemain muda ke luar negeri untuk dibina diluar, dibandingkan mengelola kompetisi dan melakukan pembinaan yang baik dan modern di dalam negeri, kalau jalan pintas mengirim tim keluar negeri untuk dibina di luar terus-menerus dilakukan tanpa memperbaiki sistem pembinaan di dalam negeri (akar masalah yang sebenarnya) maka sepakbola nasional akan tetap mengalami kemunduran di bidang prestasi. Kita punya jutaan anak-anak yang bertalenta di negeri ini sayang jika akhirnya mereka tidak dibina dan diberikan jalur yang tepat untuk berkembang, Sepakbola kita memang butuh banyak akademi seperti La Masia bukan cuma IFA, SAD Indonesia, Akademi Arema Indonesia, Akademi Pelita jaya atau Akademi Sriwijaya FC …

*kutipan tuLisan WeshLey HutagaLung